Assalammualaikum Wr Wb,
Apakah kita selalu membahagiakan orang lain? apakah kita selalu mendahulukan kebahagiaan orang lain sebelum kebahagiaan kita?
Mungkin pertanyaaan tersebut bisa timbul kapan saja dalam diri kita, ada orang yang selalu membuat orang lain bahagia atau senang baru kemudian dirinya. Ada lagi orang yang tidak perduli akan kebahagiaan orang lain, bagi dia yang terpenting adalah kebahagiaan dirinya yang harus diutamakan (tidak perduli dengan orang lain).
Bagi seorang muslim, membahagiakan orang lain itu menjadi suatu perbuatan yang diperintahkan oleh Rasullullah saw. Karena perilaku tersebut dapat memberikan pahala yang besar bagi pelakunya, hal tersebut terdapat pada beberapa hadist berikut ini :
1. "Orang yang ingin mengembirakan saudaranya sesama muslim dalam suatu pertemuan, pada hari kiamat nanti, Allah pasti mengembirakannya." (HR ath-Thabrani)
2. Umar Meriwayatkan, " Amal yang paling utama adalah membuat Mukmin lain bergembira, seperti memberi pakaian, membuatnya kenyang, atau memenuhi kebutuhannya." (HR ath-Thabrani)
3. "Amal yang paling dicintai Allah SWT setelah menunaikan ibadah fardhu adalah mengembirakan orang muslim lain." (HR ath-Thabrani)
4. "Orang yang menjadi mediator bagi saudaranya menemui penguasa atau orang yang berkedudukan tinggi guna menyampaikan kebaikan atau mengembirakannya, di surga nanti, Allah SWT memberinya kedudukan tinggi." (HR ath-Thabrani)
5. "Orang yang menembirakan saudaranya semuslim pasti mendapat ampunan." (HR ath-Thabrani)
6. 'Abdullah bin 'Umar meriwayatkan, ada seorang lelaki yang datang kepada Rasulullah saw dan bertanya, "Rasulullah, siapakah yang paling dicintai Allah?", Rasulullah saw menjawab, "orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling banyak jasanya kepada orang lain. Sedangkan Amal yang paling dicintai Allah adalah membahagiakan orang lain, dengan cara menolongnya dalam menghadapi masalah, membayarkan hutangnya, atau membuang rasa laparnya. Ketahuilah, berjalan bersama seseorang untuk satu keperluan, lebih aku cintai daripada beriktikaf di masjid ku ini selama sebulan. Selain itu, orang yang mampu menahan rasa marahnya, meskipun dia mampu melampiaskannya, pada hari kiamat nanti, Allah pasti memnuhi hatinya dengan keridhaan. Sedangkan, orang yang mendampingi saudaranya untuk suatu keperluan hingga tercapai, dimana banyak kaki tergelincir, Allah pasit menetapkan kedua kakinya." (HR Abu al-Qasim al-ashfahani)
7. "Orang yang membahagiakan orang lain, Allah pasti akan memasukannya kedalam surga." (HR ath-Thabrani)
8. "Siapa yang membahagiakan orang lain, maka Allah akan menjadikan rasa bahagia itu menjadi Malaikat yang selalu menyembah dan mengesakan Allah. Ketika orang yang gemar membahagiakan terebut sudah berada didalam kubur, rasa bahagia itu datang dan bertanya, 'Apakah anda mengenaliku?' orang itu balik bertanya, 'Siapa anda?' rasa bahagia itu berkata 'Saya adalah rasa bahagia yan anda berikan kepada Fulan. Sekarang, saya menemani kesendirian anda. Selain itu, saya akan mendiktekan jawaban dari pertanyaan yang akan diajukan kepada anda. Setelah hari kiamat datang, saya juga menjadi saksi bagi anda. Saya juga meminta Syafaat kepada Allah untuk anda. Setelah itu , Saya perlihatkan kepada anda tempat tinggal anda di surga." (HR IbnuAbu ad-Dunya)
Subhanallah, kalau kita liat dari beberapa hadist diatas jelaslah bahwa pahala kita membahagiakan orang lain sangatlah besar. Dan Kebahagiaan itu akan menjadi malaikan yang akan menemani kita dialam kubur dan menjadi saksi atas amal kita di dunia jika tiba hari kiamat.
Maka janganlah ragu untuk berbuat baik kepada sesama, selama kita Iklas Allah pasti akan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda. Amin
Jumat, 26 Desember 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar